Ulasan Game Black Beacon, ARPG dengan Combat System Seru
Ulasan game Black Beacon ini akan membahas secara mendalam tentang game action RPG mobile yang menghadirkan kombinasi unik antara cerita penuh misteri, combat system yang memuaskan, dan visual yang memukau.
Black Beacon hadir dengan perspektif isometrik yang memberikan pengalaman bermain berbeda dari kebanyakan action RPG mobile lainnya.
Dalam game ini, pemain berperan sebagai Seer yang menjadi Head Librarian di Library of Babel, sebuah perpustakaan monumental dengan lorong-lorong tak terbatas dan pengetahuan yang mustahil.
Misi utamanya adalah mengungkap misteri di balik anomali yang mengancam dunia sambil mengelola hingga tiga karakter dengan sistem pertempuran real-time yang mengedepankan combo dan character swapping.
Game ini berhasil menghadirkan mekanisme combat yang refined dengan sistem parry, dodge, dan combo-driven gameplay yang rewarding.
Namun, Black Beacon juga membawa beberapa keputusan desain yang unik—seperti penggunaan perspektif isometrik—yang menciptakan pengalaman mixed bag antara elemen strategis dan keterlibatan emosional pemain.
Informasi Umum dan Cuplikan Gameplay
Sebelum melanjutkan ke pembahasan yang lebih mendalam, sebaiknya kamu perlu mengetahui beberapa informasi umum seputar game Black Beacon ini. Adapun informasi umumnya adalah sebagai berikut:
- Platform: Android dan iOS
- Harga: Gratis
- Estimasi Ukuran: 3-4 GB
- Konektivitas: Online
- Developer: MINGZHOU Technology Co., Ltd.
- Publisher: Glohow Holdings Pte. Ltd.
- Tanggal Rilis: 10 April 2025
Link Download Black Beacon
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, game ini tersedia untuk perangkat Android dan iOS. Buat kamu yang mau download gamenya, kamu bisa langsung klik link download game Black Beacon di bawah ini:
Link Download Black Beacon (Android)
Link Download Black Beacon (iOS)
Perspektif Isometrik yang Memberikan Pengalaman Mixed
Yang membuat Black Beacon berbeda dari kebanyakan action RPG mobile adalah penggunaan perspektif isometrik sebagai sudut pandang default. Keputusan desain ini membawa konsekuensi signifikan terhadap gameplay experience secara keseluruhan.
Keuntungan terbesar dari perspektif isometrik adalah aspek strategis yang ditawarkannya. Pemain dapat melihat seluruh area di sekitar karakter tanpa perlu khawatir tentang blind spot di belakang.
Ini sangat menguntungkan dalam Black Beacon karena banyak skill yang memerlukan targeting presisi tinggi, hampir seperti game MOBA.
Kemampuan untuk melihat positioning secara menyeluruh membuat pemain dapat merencanakan strategi dengan lebih baik, terutama saat menghadapi multiple enemies atau dalam situasi yang membutuhkan tactical awareness tinggi.
Namun, perspektif ini juga membawa trade-off yang cukup signifikan. Jarak kamera yang jauh dari karakter membuat pemain merasa kurang terhubung secara emosional dengan aksi yang terjadi di layar.
Angle cinematik yang cool—yang biasanya dapat mengelevasi bahkan aksi sederhana seperti berlari—menjadi hilang karena kamera yang terlalu tinggi.
Lebih problematis lagi, jarak antara kamera dan ground membuat sulit untuk melihat detail animasi musuh, terutama di layar smartphone yang relatif kecil.
Akibatnya, sistem dodge menjadi lebih bergantung pada visual cue seperti flash kuning dan merah sebelum enemy attack, daripada pattern recognition yang genuine.
Combat System yang Polished dan Feature-Rich
Meskipun perspektif isometrik membawa tantangan tersendiri, combat system Black Beacon tetap solid dan memuaskan. Game ini mengadopsi formula action RPG yang familiar namun dengan execution yang refined dan polished.
Setiap karakter memiliki serangan dasar, beberapa active skill, dan ultimate ability yang dapat diaktifkan setelah mengumpulkan energy. Sistem dodge dan parry hadir dengan timing yang rewarding—berhasil melakukan perfect dodge atau parry memberikan satisfying feedback dan advantage dalam combat.
Yang paling menarik adalah sistem character swapping yang memainkan peran kunci dalam pertempuran. Roles dari masing-masing karakter berinteraksi satu sama lain, memungkinkan pemain untuk mengeksekusi combo dengan switching karakter di waktu yang tepat.
Momentum ofensif menjadi sangat penting dalam Black Beacon. Game ini reward pemain yang dapat menjaga chain attack dengan memanfaatkan ranged attacks, mobility abilities, dan grapples secara efektif.
Terdapat juga mekanisme khusus yang sesekali memungkinkan pemain bypass energy atau cooldown constraints, menambah depth pada combat system.
Audiovisual dalam pertempuran juga sangat memuaskan. Sound effect terasa beefy dengan punch yang cukup untuk membuat combat sama satisfying-nya saat didengar maupun dilihat. Visual effect-nya flashy tanpa berlebihan, dengan animasi yang cool namun tetap terlihat praktis.
Cerita yang Fascinating dengan Narasi yang Erratic
Black Beacon menawarkan salah satu story yang paling menarik dalam genre mobile action RPG. Cerita dimulai dengan pemain yang terbangun di wasteland tanpa memori, bertemu stranger berpakaian rapi yang memberikan kunci misterius tanpa penjelasan.
Setting utamanya adalah Library of Babel—sebuah perpustakaan monumental dengan lorong infinite dan pengetahuan yang impossible, terinspirasi dari visi Jorge Luis Borges.
Pemain mewarisi titel sebagai keeper perpustakaan dan harus navigate politik internal serta ancaman eksternal yang mengintai.
Game ini menyelami filosofi, legenda, dan mitos dengan sangat mendalam—dari Eudoxus' Method of Exhaustion hingga World Turtle dan berbagai cosmic oddities lainnya. Yang impressive adalah bagaimana lore dan plot dijalin dengan seamless sehingga terasa natural meskipun membahas konsep yang convoluted.
Karakter-karakter dalam game memiliki kepribadian yang ekstrem dan borderline inhuman pada pandangan pertama, namun mulai terasa startlingly real setelah pemain menghabiskan waktu bersama mereka.
Contoh terbaik adalah Tasny twins—Ninsar dan Enki—yang sendiri-sendiri terlihat bizarre, namun bersama-sama mereka adalah siblings yang saling support dengan cara yang strange namun touching.
Sayangnya, struktur naratif Black Beacon sangat erratic. Alih-alih memiliki rises and falls of engagement yang normal, game ini memberikan extended periods of climax yang diikuti oleh rising action yang terlalu pendek atau terlalu panjang. Pacing menjadi bermasalah dengan cerita yang terasa seperti mash of rushed events dalam arc yang plodding.
Beberapa beat sensitif—seperti betrayal karakter tertentu—kurang mendapat foreshadowing yang proper. Dan jika kamu berharap mendapat jawaban dari side stories, sayangnya kamu tidak akan mendapatkannya.
Desain Karakter yang Stylish namun Displaced
Character design dalam Black Beacon layak mendapat banyak pujian. Faction Eme-an misalnya, mengenakan uniform sharp dengan hemmed golden inscriptions yang memperlihatkan wisdom mereka.
Meskipun menggunakan banyak muted colors dan recurring designs, setiap karakter berhasil personalisasi penampilan mereka sedemikian rupa sehingga personality dan theme mereka visible bahkan dari silhouette.
Zero memiliki postur ramrod-straight dan symmetrical design yang menekankan sifat disiplinnya. Sementara Ereshan dengan rambut terurai, pilihan shorts, dan demeanor yang imposing memancarkan aura tomboy.
Detail kecil juga sangat impressive—seperti visual cue yang membedakan generasi tua (Nanna dan Enki) dengan generasi muda (Zero dan Ereshan). Generasi tua cenderung memakai white over black, sementara generasi muda memakai black over white.
Namun, desain karakter mengalami masalah displacement. Banyak karakter dengan estetika yang tidak pas dengan era atau kultur yang seharusnya mereka representasikan. Xin misalnya, yang supposedly dari Qian County di Shaanxi Province, namun pakaiannya terlihat seperti dari Forever 21 atau Garage.
Sistem Progres dan Monetisasi yang Fair
Black Beacon menggunakan gacha system untuk mendapatkan karakter, dengan beberapa jenis banner termasuk standard, event-based, limited-time, dan weapon-focused banners.
Sistem gacha-nya tergolong tidak terlalu egregious. Game ini mengkombinasikan economy yang above-average dengan low hard dan soft pity counters, memungkinkan pemain untuk quickly rack up pulls dan mendapatkan karakter yang diinginkan. Limited banners juga memiliki 70-30 chance yang cukup generous.
Untuk progres karakter, pemain dapat melakukan leveling dan enhancement menggunakan materials yang didapat dari gameplay. RPG progression system-nya straightforward dengan daily quests dan achievements yang memberikan rewards konsisten.
Yang penting, Black Beacon tidak menerapkan aggressive pay-to-win mechanics. Paying players memang bisa unlock karakter atau resources lebih cepat, namun tidak ada direct advantage yang game-breaking dalam competitive aspects.
Kelebihan dan Kekurangan Black Beacon
Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari game Black Beacon yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan mau main game ini atau tidak:
Kelebihan:
- Combat system yang polished dan mechanically unique dengan combo-driven gameplay
- Cerita yang rich dengan lore dan tema misterius yang menarik
- World building yang fascinating berbasis myths, legends, dan literature
- Perspektif isometrik memberikan tactical advantage dengan field of view yang luas
- Character design yang stylish dengan attention to detail yang impressive
- Visual effects yang flashy dan satisfying tanpa berlebihan
- Sound effects yang beefy dan memuaskan
- Sistem gacha yang relatively fair dengan low pity counters
- Character swapping mechanics yang rewarding
- Perfect dodge dan parry system yang satisfying
Kekurangan:
- Perspektif isometrik mengurangi emotional engagement dan connection dengan karakter
- Difficult untuk melihat detail enemy animations dari jarak kamera yang jauh
- Struktur naratif yang erratic dengan pacing yang bermasalah
- Character designs yang displaced dan tidak sesuai dengan kultur yang direpresentasikan
- Musik yang kurang memorable
- Tidak ada native controller support di launch
- Tidak ada PC version di launch
- Visual clarity issues di layar smartphone kecil
- Beberapa plot beats kurang foreshadowing yang proper
Black Beacon adalah pilihan yang solid untuk pemain yang mencari action RPG mobile dengan cerita mendalam dan combat system yang memuaskan.
Penggunaan perspektif isometrik yang unik, world building yang fascinating, dan mekanisme combat yang refined memberikan pengalaman yang berbeda dari kebanyakan game sejenis.
Namun, keputusan desain seperti perspektif isometrik membawa trade-offs signifikan dalam hal emotional engagement, sementara struktur naratif yang erratic dapat mengganggu pacing cerita.
Absence dari controller support dan PC version di launch juga menjadi hambatan untuk accessibility yang lebih luas.
Game ini paling cocok untuk fans action RPG yang appreciate story-heavy games dengan lore yang complex dan tidak keberatan dengan perspektif isometrik.
Bagi pemain yang prioritaskan immersive camera angles dan clear visual clarity di layar kecil, beberapa aspek Black Beacon mungkin kurang ideal.


Posting Komentar untuk "Ulasan Game Black Beacon, ARPG dengan Combat System Seru"